Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
PROJECT MANAGEMENT
16.55.00
Nama saya Kevin Albert Setiawan, NIM D1041161012, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura angkatan 2016.
Kali ini saya akan membahas mengenai manajemen proyek.
Apa Itu Manajemen Proyek?
Manajemen Proyek adalah perencanaan, pengorganisasian dan pengelolaan upaya untuk mencapai proyek yang sukses. Proyek adalah aktivitas satu kali yang menghasilkan keluaran dan hasil tertentu, misalnya, gedung atau sistem komputer baru yang besar. Ini berbeda dengan program, yang merupakan proses berkelanjutan, seperti program pengendalian kualitas, atau kegiatan untuk mengelola sejumlah proyek bersama-sama.
Manajemen proyek termasuk mengembangkan rencana proyek, yang melibatkan pendefinisian dan konfirmasi tujuan dan sasaran proyek, bagaimana hal-hal tersebut akan tercapai, mengidentifikasi tugas dan mengukur sumber daya yang dibutuhkan, dan menentukan anggaran dan jadwal untuk penyelesaian. Ini juga termasuk mengelola pelaksanaan rencana proyek, bersama dengan mengoperasikan kontrol reguler untuk memastikan bahwa ada informasi yang akurat dan obyektif tentang kinerja relatif terhadap rencana, dan mekanisme untuk melaksanakan tindakan pemulihan bila diperlukan.
Proyek sering mengikuti fase atau tahapan utama, misalnya: kelayakan, definisi, perencanaan, implementasi, evaluasi dan realisasi.
Komponen inti dari manajemen proyek adalah:
- Mendefinisikan alasan mengapa suatu proyek diperlukan.
- Menangkap persyaratan proyek, menentukan kualitas pengiriman, memperkirakan sumber daya dan skala waktu.
- Menyiapkan kasus bisnis untuk membenarkan investasi.
- Mengamankan perjanjian dan pendanaan perusahaan.
- Mengembangkan dan mengimplementasikan rencana manajemen untuk proyek.
- Memimpin dan memotivasi tim pengiriman proyek.
- Mengelola risiko, masalah, dan perubahan proyek.
- Memantau kemajuan terhadap rencana.
- Mengelola anggaran proyek.
- Memelihara komunikasi dengan para pemangku kepentingan dan organisasi proyek.
- Manajemen penyedia.
- Menutup proyek dengan cara yang terkendali bila perlu.
Kapan Manajemen Proyek Digunakan?
Proyek terpisah dari kegiatan bisnis seperti biasa, yang mengharuskan orang untuk bersatu sementara untuk fokus pada tujuan proyek tertentu. Akibatnya, kerja sama tim yang efektif sangat penting bagi proyek yang sukses. Manajemen proyek berkaitan dengan mengelola paket diskrit kerja untuk mencapai tujuan tertentu. Cara kerja dikelola tergantung pada berbagai faktor.
Tujuan dapat dinyatakan dalam hal:
- Output (seperti gedung HQ baru).
- Hasil-hasil (seperti staf direlokasi dari beberapa lokasi ke kantor pusat yang baru).
- Manfaat (seperti mengurangi biaya perjalanan dan manajemen fasilitas).
- Tujuan strategis (seperti menggandakan harga saham organisasi dalam tiga tahun).
Mengapa Kita Menggunakan Manajemen Proyek?
Manajemen proyek pada dasarnya ditujukan untuk menghasilkan produk akhir yang akan mempengaruhi beberapa perubahan untuk kepentingan organisasi yang menghasut proyek. Ini adalah inisiasi, perencanaan, dan kontrol berbagai tugas yang diperlukan untuk menghasilkan produk akhir ini. Proyek-proyek yang membutuhkan manajemen formal adalah mereka yang:
- Menghasilkan sesuatu yang baru atau diubah, berwujud atau tidak berwujud.
- Memiliki jangka waktu yang terbatas: awal dan akhir yang pasti.
- Cenderung menjadi kompleks dalam hal kerja atau kelompok yang terlibat.
- Membutuhkan manajemen perubahan.
- Membutuhkan manajemen risiko.
Investasi dalam manajemen proyek yang efektif akan memiliki sejumlah manfaat, seperti:
- Memberikan kemungkinan lebih besar untuk mencapai hasil yang diinginkan.
- Memastikan penggunaan sumber daya yang efisien dan terbaik.
- Memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pemangku kepentingan proyek.
KETERKAITAN PROYEK DAN MANAJEMEN PROYEK
10.33.00
Nama saya Kevin Albert Setiawan, NIM D1041161012, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura angkatan 2016.
Kali ini saya akan menuliskan mengenai pendapat saya tentang apa itu "Proyek" dan apa kaitannya dengan "Manajemen Proyek", terutama pada Manajemen Proyek Perangkat Lunak.
Menurut saya, proyek merupakan suatu hal yang identik dengan pengerjaan hal-hal tertentu, biasanya proyek pembangunan, tapi juga bisa diartikan sebagai pengerjaan sebuah alat maupun sebuah aktivitas yang memiliki tujuan tertentu setelah pengerjaannya selesai. Proyek tersebut bisa bersifat temporer atau sementara karena pasti memiliki batas waktu pengerjaan. Proyek ini sendiri pastinya memiliki beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:
Menurut saya, proyek merupakan suatu hal yang identik dengan pengerjaan hal-hal tertentu, biasanya proyek pembangunan, tapi juga bisa diartikan sebagai pengerjaan sebuah alat maupun sebuah aktivitas yang memiliki tujuan tertentu setelah pengerjaannya selesai. Proyek tersebut bisa bersifat temporer atau sementara karena pasti memiliki batas waktu pengerjaan. Proyek ini sendiri pastinya memiliki beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu:
- Biaya
Yang namanya proyek, pasti membutuhkan modal dalam mendukung segala proses pengerjaannya. Maka biaya adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam setiap proyek. Sumber dana/biaya untuk suatu proyek bisa berasal dari sponsor maupun pemilik/client dari proyek itu sendiri. Bicara tentang biaya, pastilah sebuah proyek ingin mencapai dan mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin, maka sebuah proyek yang baik akan mendahulukan kualitas terbaik dengan harga modal yang murah agar dapat mengambil keuntungan semaksimal mungkin. - Waktu
Setiap proyek pastinya memiliki tenggat waktu atau deadline, karena jika tidak diberi batas waktu tersebut, maka sebuah proyek atau pekerjaan tidak akan jelas kapan selesainya. Jika waktu selesai sebuah proyek tidak jelas, maka produk dari proyek tersebut juga tidak akan bisa digunakan tepat waktu. Suatu proyek dikatakan selesai jika proyek tersebut telah dapat mencapai tujuan dari dimulainya proyek tersebut. Jika tidak, maka otomatis pengeluaran biaya yang harus dikeluarkan akan semakin besar seiring dengan berjalannya waktu proyek tersebut. - Tim
Tugas pertama anda dalam fase ini adalah menilai keterampilan yang dibutuhkan untuk proyek sehingga anda bisa mendapatkan orang yang tepat. Penilaian ini mengalir langsung dari struktur perincian kerja yang anda lakukan selama fase perencanaan, di mana anda mengembangkan estimasi terbaik anda tentang tugas dan kegiatan yang diperlukan. Anda mungkin perlu membawa orang, baik pekerja sementara atau karyawan dari bagian lain organisasi yang memiliki keterampilan tertentu. Jangan lupa untuk meluangkan waktu dan uang untuk pelatihan guna menutupi semua celah yang tidak dapat anda isi dengan orang-orang yang sudah siap. - Tujuan
Salah satu tugas perencanaan yang paling menantang adalah untuk memadukan berbagai harapan pemangku kepentingan ke dalam serangkaian tujuan yang koheren dan dapat dikelola. Keberhasilan proyek akan diukur dari seberapa baik anda memenuhi sasaran tersebut. Semakin eksplisit anda menyatakannya di awal, semakin sedikit ketidaksepakatan yang akan anda hadapi nanti tentang apakah anda telah memenuhi harapan.
Namun, dalam tahap perencanaan, masih banyak yang berubah, jadi anda akan merevisi tujuan anda nanti, saat anda mengumpulkan informasi tentang apa yang perlu anda capai.
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
19.37.00
A. PENGERTIAN SYSTEM ANALYST
System Analyst
System analyst adalah profesi
yang bagus untuk memulai karir di bidang IT. Pekerjaan sebagai system analyst
menawarkan tantangan kerja yang dinamis dan variatif. System analyst merupakan
individu kunci dalam proses pengembangan sistem. System analyst
mempelajari masalah dan kebutuhan dari organisasi untuk menentukan
bagaimana orang, data, proses, komunikasi dan teknologi informasi dapat
meningkatkan pencapaian bisnis. Seorang system analyst juga merupakan orang
yang paling bertanggung jawab pada proses analisis dan perancangan sistem
informasi. Tugas utama dari seorang system analyst adalah menentukan bentuk
sistem yang akan dibangun nantinya. Keputusan ini tidak mudah, kesalahan
menentukan format sistem yang akan dibangun akan berakibat pada gagalnya proyek
yang dikerjakan. Oleh sebab itu, seorang system analyst yang sukses harus
memiliki dan dibekali dengan beberapa keahlian spesifik seperti:
Keahlian analisis
Keahlian analisis diperlukan
untuk memahami organisasi yang memerlukan sistem informasi yang akan dibangun.
Keahlian analisis digunakan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh
perusahaan klien yang bisa diselesaikan dengan sistem informasi dan yang
tidak. Kemampuan analisis juga diperlukan untuk memecahkan masalah yang
telah ditemukan lagi menggunakan teknologi berbasis komputer. Keseluruhan
aktivitas ini akan sangat terbantu dengan memandang organisasi sebagai suatu
sistem. Dengan menganalisa komponen-komponennya maka seorang system
analyst akan lebih mudah memahami keseluruhan proses bisnis yang berjalan dan
menemukan sub sistem mana yang punya indikasi mengalami masalah.
Keahlian teknis
Tugas utama seorang analis
adalah menentukan bentuk sistem terkomputerisasi seperti apa yang dapat
menyelesaikan masalah yang telah ditemukan pada perusahaan atau organisasi
klien. Karena permasalahan yang ditemukan harus diselesaikan dengan teknologi
komputer maka keahlian teknis yang dibutuhkan adalah penguasaan teknologi
software maupun hardware. Seorang system analyst dituntut untuk mengenal dan
menguasai software maupun hardware terbaru serta mengetahui keunggulan maupun
batasan dari teknologi-teknologi tersebut. Hal ini akan sangat membantu analis
dalam memilih teknologi yang tepat untuk keperluan klien yang sangat spesifik.
Keahlian teknis bisa diperoleh dari pendidikan formal, pelatihan khusus,
maupun jam terbang yang panjang dalam mengembangkan proyek Sistem Informasi.
Keahlian Managerial
Salah satu tugas system analyst
adalah menjadi tangan kanan Manager Sistem Informasi dalam mengatur sumber daya
proyek dalam skala kecil. System analyst bertanggung jawab mengatur sumber
daya yang di bawah kendalinya seperti programmer dan teknisi. Pembagian tugas
yang tepat sangat berpengaruh pada cepat lambatnya penyelesaian proyek. System
analyst juga harus mampu memprediksi resiko dan perubahan faktor-faktor
eksternal seperti kenaikan harga hardware, perubahan kebutuhan klien,
munculnya produk pesaing dan lain-lain.
Interpersonal skills
System analyst adalah pihak
yang berkomunikasi aktif keluar dengan klien maupun kedalam dengan stake holder
yang lain. Keahlian berkomunikasi sangat diperlukanuntuk menjaring informasi
yang akurat tentang masalah yang ada pada klien. Kadang-kadang ada
beberapa jenis klien yang tertutup atau kurang memahani proses bisnisnya
sendiri. Disinilah kemampuan berkomunikasi dari system analyst sangat
menentukan keberhasilan identifikasi masalah. Komunikasi juga diperlukan untuk
mempresentasikan pekerjaan dari analis maupun stake holder yang lain yang perlu
diketahui oleh user. Komunikasi juga diperlukan untuk koordinasi dan
instruksi dengan stakeholder yang lain. Dengan menjalin komunikasi secara
efektif dengan stake holder yang lain, perkembangan proyek selalu dapat
diketahui, perubahan-perubahan terbaru bisa dimonitor dan direspons.
Adapun hal-hal tanggung jawab
dari seorang system analyst meliputi:
- Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis
- Aliran data menuju ke computer
- Pemrosesan dan penyimpanan data dengan computer
- Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya
B. ANALISIS DAN DESAIN
SISTEM
Tahapan
analisis sistem dilakukan setelah tahapan perencanaan dan sebelum tahapan
desain sistem. Tahapan analisis sistem merupakan sebuah tahapan yang sangatlah
penting hal ini dikarenakan apabila terjadi kesalahan dalam melakukan analisis
sistem maka akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Langkah-langkah
di Analisis Sistem yaitu:
- Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
- Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
- Analyze, yaitu menganalisis sistem.
- Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak
Ada 3 metodologi yang biasa digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, yaitu SDLC, RAD, dan Prototyping, dari ketiga metodologi tersebut, saya akan menjelaskan lebih rinci tentang SDLC, berikut adalah penjelasannya:
Ada 3 metodologi yang biasa digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, yaitu SDLC, RAD, dan Prototyping, dari ketiga metodologi tersebut, saya akan menjelaskan lebih rinci tentang SDLC, berikut adalah penjelasannya:
1. SDLC (System Development Life Cycle)
Beberapa metodologi pengembangan perangkat lunak yang termasuk ke dalam SDLC (System Development Life Cycle) adalah Spiral Model dan Waterfall Model. SDLC adalah proses pengembangan dimana keseluruhan proses pengembangan sistem dilakukan melalui proses multi-langkah dari investigasi persyaratan awal melalui analisis, desain, implementasi dan pemeliharaan.
a. Spiral Model
Model spiral (spiral model) adalah model pengembangan software dimana proses digambarkan sebagai spiral. Setiap loop akan mewakili satu fase dari software process. Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya, seperti gambar berikut
Pada spiral model, setiap Loop dibagi dibagi menjadi sejumlah aktifitas kerangka kerja yang disebut juga wilayah tugas, wilayah tugas tersebut terdiri antara tiga sampai enam wilayah tugas, yaitu :
1. Komunikasi Pelanggan.
Tugas – tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif di antara pengembangan dan pelanggan.
2. Perencanaan.
Tugas–tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber–sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.
3. Analisis Risiko.
Tugas – tugas yang dibutuhkan untuk menaksir risiko – risiko, baik manajemen maupun teknis.
4. Perekayasaan.
Tugas – tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
5. Konstruksi dan peluncuran.
Tugas – tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, instalasi dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contohnya pelatihan dan dokumentasi).
6. Evaluasi pelanggan.
Tugas – tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi software, yang dibuat selama masa perekayasaan, dan diimplementasikan selama masa pemasangan software.
b. Waterfall model
Fase atau tahapan yang terjadi pada waterfall model adalah sebagai berikut ::
1) Tahap Investigasi
Pada tahap investigasi akan terjadi proses seperti:
a) Initialisasi: terjadi proses seperti perencanaan manajemen, kebutuhan serta potensi dari user.
b) Definisi formal: dilakukan definisi tujuan, motivasi, ruang lingkup, batasan, kendala, dan strategi. Selain itu, pada definisi formal juga dilakukan verifikasi permasalahan sehingga dapat dilakukan penilaian terhadap kebutuhan yang baru.
c) Uji kelayakan, yang terdiri dari:
1. Uji kelayakan teknis, merupakan uji terhadap ketersediaan hardware dan software.
2. Uji kelayakan ekonomis, yaitu menilai apakah manfaat yang didapat dari pengembangan software akan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
3. Uji kelayakan operasional, uji kelayakan yang berkaitan dengan kemampuan orang yang bekerja dalam sistem untuk melakukan pekerjaan mereka dengan cara yang telah ditentukan.
4. Uji kelayakan kelayakan organisasi, menilai kesiapan perusahaan atau organisasi untuk mengembangkan penjualan pemasaran dan sistem keuangan berbasis Web (e-commerce system).
2) Tahap Analisa
Dalam tahapan ini sistem yang akan dibangun diselaraskan dengan kebutuhan user atau pengguna. Pada tahap ini terjadi proses seperti:
a) Determine requirements atau penentuan kebutuhan, hal ini dilakukan dengan cara mempelajari sistem yang telah ada, serta menentukan kebutuhan struktur dan menghilangkan redundansi.
b) Requirement analysis atau analisa kebutuhan, terdiri dari analisa kebutuhan fungsional dan performa (kinerja).
c) Menghasilkan desain sistem alternatif
d) Membandingkan alternatif desain sistem yang dihasilkan dan
e) Merekomendasikan alternatif terbaik kepada klien.
3) Tahap Desain
Tahap menentukan bagaimana sistem mencapai tujuan yang telah didefinisikan sebelumnya. Tahap ini terdiri dari:
a) User interface design, meliputi tampilan, form, report dan dialog design.
b) Data design, merupakan proses desain elemen struktur data.
c) Process design, merupakan desain program prosedur sistem
4) Tahap Implementasi
Pada tahap ini terjadi beberapa hal seperti:
a) Evaluasi hardware, software dan jasa.
b) Modifikasi dan pengembangan software.
c) Dokumentasi, yang merupakan mekanisme komunikasi utama selama proses pengembangan.
d) Konversi data, pada proses ini terjadi perbaikan dan penyaringan data yang tidak diinginkan dan konsolidasi data.
e) Testing atau uji coba, pada proses ini dilakukan uji coba dan debugging software.
f) Training atau pelatihan sistem/software yang telah terbentuk.
g) Konversi, yakni proses pergantian dari sistem lama ke sistem baru. Proses konversi dapat dilakukan melalui 4 macam cara antara lain:
1. Parallel strategy
2. Pilot strategy
3. Phased strategy dan
4. Plunge strategy
5. Tahap Pemeliharaan (maintenance)
Pada proses ini terjadi modifikasi software, perbaikan error atau umpan balik dari user terhadap software yang telah mereka gunakan.
Keunggulan dan Kelemahan pada metode SDLC antara lain:
a. Keunggulan:
1) Proses pengembangan sangat terstruktur dan sistematik
2) Melalui definisi kebutuhan, sehingga gap atau kesenjangan yang terjadi antara kebutuhan dan sistem yang dihasilkan dapat dikurangi
3) Menghasilkan petunjuk arah pengembangan yang jelas bagi manajemen.
b. Kelemahan:
1) Tidak adaptif terhadap perubahan yang dapat terjadi selama proses pengembangan (kaku atau rigid).
2) Melelahkan karena membutuhkan waktu pengembangan yang lama dan biaya yang tinggi
3) Proyek yang sebenarnya jarang mengikuti aliran sequential yang ditawarkan model ini. Iterasi (Pengulangan) selalu terjadi dan menimbulkan masalah pada aplikasi yang dibentuk oleh model ini.
4) Seringkali pada awalnya customer sulit menentukan semua kebutuhan secara explisit.
5) Klien harus sabar karena versi program yang sedang jalan tidak akan tersedia sampai proyek pengembangan selesai.
c. Rapid Application Development (RAD)
Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah metode pengembangan software yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendesain serta mengimplementasikan sistem, informasi sehingga dihasilkan siklus pengembangan yang sangat pendek.
Model RAD ini merupakan adaptasi dari model sekuensial linier dimana perkembangan yang cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasis komponen. Sehingga, jika kebutuhan sistem dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan developer menciptakan sistem fungsional yang utuh dalam periode waktu yang sangat pendek (± 60 sampai 90 hari). Karena dipakai terutama pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan RAD meliputi fase – fase dibawah ini:
a. Bussiness modeling
Aliran informasi di antara fungsi – fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut :
1) Informasi apa yang mengendalikan proses bisnis?
2) Informasi apa yang di munculkan?
3) Siapa yang memunculkanya?
4) Ke mana informasi itu pergi?
5) Siapa yang memprosesnya?
b. Data modeling
Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness modelling disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Karakteristik (disebut atribut) masing masing objek diidentifikasi dan hubungan antara objek – objek tersebut didefinisikan.
c. Prosess modelling
Aliran informasi yang didefinisikan di dalam fase data modeling ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data.
d. Aplication generation
RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi ke empat. Selain menciptakan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensional, RAD lebih banyak memproses kerja untuk memkai lagi komponen program yang ada (pada saat memungkinkan) atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi (bila perlu). Pada semua kasus, alat – alat bantu otomatis dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
e. Testing and turnover
Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen program telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus di uji dan semua interface harus dilatih secara penuh.
Keunggulan dan kelemahan model RAD adalah :
Keunggulan:
1. Waktu pengembangan yang lebih singkat dan
2. Biaya yang relatif lebih murah
Kelemahan:
1. Tidak cocok untuk proyek skala besar
2. Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi
3. Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model
4. Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.
d. Prototyping
Proses pada model prototyping yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. User Requirements
Pada tahap ini developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan pada tahap ini.
b. Develope Prototype
Pada tahap ini dilakukan perancangan prototype sistem oleh developer, perancangan sistem dilakukan secara cepat dan rancangan diusahakan mewakili semua aspek software yang telah diketahui.
c. Revise Prototype
Pada tahap ini dilakukan evaluasi prototype sistem oleh klien. Apabila klien merasa prototype sistem yang telah dikembangkan sesuai dengan keinginannya maka prototype tersebut dapat digunakan, akan tetapi jika prototype tersebut tidak sesuai, maka prototype tersebut akan dilakukan revisi dan digunakan sebagai acuan dalam memperjelas kebutuhan software dan kemudian dikembangkan prototype selanjutnya. Siklus ini (develop-revise prototype) akan terus berlangsung hingga didapatkan prototype sistem yang sesuai dengan kebutuhan klien atau user.
Keunggulan dan kelemahan pada pengembangan software menggunakan metode prototyping.
Keunggulan:
1. Meningkatnya komunikasi antara user dan developer
2. Peningkatan peran aktif user didalam proses pengembangan
3. Peningkatan efisiensi waktu
4. Implementasi sistem menjadi lebih mudah karena user turut berperan aktif didalam proses pengembangan
Kelemahan:
1. Kurangnya fitur keamanan dan kontrol pada prototype akhir sistem
2. Sistem akan sulit terbentuk jika proses evaluasi pada siklus prototype tidak mendapatkan titik temu.
3. Dapat menyebabkan dokumentasi akhir yang tidak lengkap
4. Developer lebih sulit mengendalikan ekspektasi user
SISTEM
15.38.00
Apa itu SISTEM? Apa bedanya sistem perangkat lunak dengan sistem aplikasi? Mari kita bahas semuanya dibawah ini.
Sistem berarti kumpulan komponen-komponen yang pada prinsipnya bekerja secara bersamaan maupun sendiri-sendiri tetapi saling berintegrasi dan saling mempengaruhi.
Sistem aplikasi adalah kumpulan perintah-perintah tertentu yang disusun menjadi sebuah program atau aplikasi yang dibutuhkan untuk melakukan keperluan atau tugas tertentu secara spesifik. Contohnya adalah aplikasi browser yang digunakan untuk menelusuri web. Web memiliki banyak hubungan antar satu halaman dengan yang lainnya.
Sedangkan sistem perangkat lunak adalah integrasi antar perintah yang biasanya dilakukan untuk melakukan sesuatu pada perangkat keras. Sistem perangkat lunak ini bisa dibilang sebagai komponen wajib di dalam sebuah komputer karena sistem ini menjalankan hal-hal seperti sistem operasi (operating system). Perintah-perintah di dalam sistem operasi inilah yang nantinya akan bisa mengatur power supply atau pasokan energi/tenaga ke perangkat keras tertentu demi menentukan kapan perangkat keras tersebut akan digunakan atau tidak.
- KARAKTERISTIK SISTEM
Sistem sendiri pastinya memiliki karakteristik atau ciri khusus. Yang jelas, sistem pastinya harus memiliki komponen-komponen. Selain itu, sistem juga harus memiliki batasan, lingkungan, penghubung, masukan, pengolah, keluaran, dan sasaran. Berikut ini adalah diagram yang menunjukkan karakteristik sistem.
- Komponen Sistem
Komponen sistem bisa dibagi menjadi dua, yaitu sub sistem dan supra sistem. Sub sistem adalah elemen-elemen yang lebih kecil seperti software, hardware, dan brainware. Sedangkan supra sistem adalah elemen-elemen yang lebih besar seperti perangkat keras I/O, memori, dan sub sistem CPU. - Batasan Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut. - Lingkungan Sistem
Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem. - Penghubung Sistem
Biasanya penghubung ini lebih dikenal dengan istilah Interface. Interface merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui interface ini, memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub sistem ke sub sistem lainnya. Output dari satu sub sistem akan menjadi input untuk sub sistem yang lainnya dengan melalui interface. Dengan interface satu sub sistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. - Masukan
Masukan adalah suatu hal yang dimasukkan ke dalam sistem untuk kemudian diteruskan ke proses pengolahan. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input. Maintenance input adalah suatu hal yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah suatu hal yang diproses untuk didapatkan keluaran. - Pengolahan Sistem
Pengolahan disini adalah proses lanjutan setelah sistem menerima masukan. Masukan yang ada akan diproses sedemikian rupa mengikuti program dan perintah yang sudah dibuat dari awal (tergantung pada tujuan sistem tersebut). Hasil dari pengolahan ini akan menjadi sesuatu yang siap pakai. - Keluaran
Keluaran atau output disini bisa berupa hasil yang siap pakai maupun produk buangan sisa hasil pengolahan. Hasil siap pakai itu sendiri juga bisa digunakan lagi menjadi masukan atau langsung ditampilkan/dikeluarkan oleh sistem. - Sasaran
Semua sistem yang dibuat dan dibentuk pasti ada tujuan tertentu dan berguna. Jika tidak, maka sistem tersebut akan menjadi sia-sia. Sasaran disini sangatlah menentukan apa saja masukan yang perlu dan keluaran apa yang diharapkan. Suatu sistem baru bisa dikatakan berhasil atau sukses jika keluarannya bisa mencapai sasaran tersebut.
- KLASIFIKASI SISTEM
- Deterministik SystemSistem dari awal sudah dibentuk dan dibuat secara pasti operasi-operasinya. Sebagai contohnya adalah program dalam komputer.
- Probabilistik System
Sistem yang sulit diketahui output atau keluarannya, tetapi sebenarnya input dan prosesnya dapat difenisikan. Hasil keluaran dari proses yang dijalankan bisa saja menyimpang atau tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Sebagai contohnya adalah sifat penilaian yang bersifat essay dalam ujian. - Open System
Sistem yang dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri demi tetap mempertahankan eksistensinya serta dapat melakukan pertukaran materi ataupun informasi dengan lingkungannya. Contohnya adalah sistem toko yang selalu melakukan perubahan harga demi bersaing dengan pasar. - Closed System
Sistem fisik yang tidak mengalami pertukaran materi ataupun materi dengan sekitarnya. Contohnya adalah reaksi kimiawi yang terjadi pada suatu ruangan tertutup dan terisolasi. - Relatively Closed System
Sistem tertutup tetapi tidak bukan tertutup seutuhnya sehingga bisa mendapatkan pengaruh luar. Pengaruh yang diterima biasanya sudah dibatasi pada batasan atau kondisi tertentu. Sebagai contohnya adalah sistem komputer yang perubahan pada proses dan hasilnya berpengaruh pada hal-hal di dalam sistem itu saja, dengna kata lain tidak boleh dari sumber diluar sistem komputer. - Artificial System
Sistem yang dibuat dan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat melakukan hal-hal yang menyerupai aslinya di alam. Contohnya adalah Artificial Inteligence atau kecerdasan buatan. - Natural System
Sistem yang dibentuk dari kejadian yang terjadi di alam. Contohnya adalah pantai, laut, langit, tata surya, dan lainnya. - Manned System
Adalah sistem-sistem yang melibatkan manusia di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa cara-cara sistem itu bekerja: - Man to Man
Hubungan antar manusia. - Man to Machine
Hubungan yang melibatkan mesin untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan tertentu. - Machine to Machine
Hubungan satu mesin dengan mesin lainnya yang pada permulaan atau memulai suatu sistem tersebut serta memberhentikannya haruslah manusia yang melakukannya. Selain memulai dan memberhentikan, manusia juga akan memonitor jalannya sistem. Tetapi pada prosesnya lebih menitik beratkan kepada hubungan antar mesin. - SYARAT-SYARAT SISTEM
Berikut ini adalah syarat-syarat sebuah sistem yang harus ada: - Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu tujuan.
- Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
- Adanya hubungan diantara elemen sistem.
- Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi, dan material) lebih penting daripada elemen sistem.
- METODE SISTEM
- Blackbox Approach
Suatu sistem yang tidak diketahui dengan jelas proses pengolahannya, tetapi jelas terdefinisi input dan outputnya. Semua yang terjadi selama prosesnya hanya diketahui oleh pihak yang langsung terlibat menangani sistem tersebut. Sebagai contohnya adalah sistem pencernaan dan pencetakan uang. - Analytic System
Suatu metode yang digunakan berdasarkan analisis. Terdapat proses seperti mengamati atau menyelidiki segala kebutuhan, tujuan, dan hubungan-hubungan yang ada agar dapat mengefisienkan waktu, tenaga, dan biaya.
Dalam metode ini terdapat beberapa langkah: - Menentukan identitas dari sistem
- sistem apa yang diterapkan
- batasannya
- apa yang dilaksanakan sistem tersebut
- Menentukan tujuan dari sistem
- output yang dihasilkan dari isi sistem
- fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba menanggulangi lingkungan
- Bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam sistem dan apa tujuan dari masing-masing bagian tersebut
- tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas
- cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan dengan subsistem lain
- Bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem itu saling berhubungan menjadi satu kesatuan
Sekian pengertian dan penjelasan dari SISTEM yang dapat disampaikan. Semoga tulisan ini bisa berguna bagi pembaca sekalian. Terima Kasih
BERSAMA UNTAN MEMBANGUN NEGERI
19.30.00
Universitas Tanjungpura, atau yang biasa dikenal sebagai UNTAN, merupakan perguruan tinggi terbesar dan terluas di Kalimantan Barat. Dalam tulisan ini akan membahas tentang tema "Bersama UNTAN Membangun Negeri".
Dalam perannya di dalam dunia pendidikan, Universitas Tanjungpura merupakan salah satu perguruan tinggi yang diharapkan dapat membangun negeri dengan menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat berpengaruh terhadap bangsa dan negara. Mengapa mahasiswa yang berperan penting dalam membangun negeri? Simak beberapa poin berikut.
Dalam perannya di dalam dunia pendidikan, Universitas Tanjungpura merupakan salah satu perguruan tinggi yang diharapkan dapat membangun negeri dengan menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat berpengaruh terhadap bangsa dan negara. Mengapa mahasiswa yang berperan penting dalam membangun negeri? Simak beberapa poin berikut.
-
Kedudukan Mahasiswa di Masyarakat.
Masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang dianggap paling optimal secara perasaan, jasmani, maupun akalnya. Jadi wajar saja jika pemuda ataupun Mahasiswa di Indonesia menjadi pemilik potensi terbesar jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Biasanya mahasiswa dan pemuda memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Di dalam pembangunan negara ini, Mahasiswa juga menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan negara. Baik atau buruknya pembangunan negeri kedepannya semua bergantung pada peranan Mahasiswa yang dianggap sebagai agen perubahan sosial (Agent of Social Change). Mahasiswa dianggap menjadi insan yang memiliki intelektual tinggi sehingga kepekaan dan kemampuan dalam menalar dapat menjadi kontribusi nyata terhadap pembangunan negeri. Sudah menjadi resiko tuntutan dari seorang Mahasiswa untuk mampu menggunakan potensinya dengan optimal sebagai suatu kebutuhan pribadi maupun kebutuhan masyarakat. Mahasiswa memiliki fungsi kontrol sosial bagi pembangunan yang diharapkan adalah mutlak demi kemajuan pembangunan.
Mahasiswa yang sudah mapan dan matang dalam berpikir adalah mahasiswa yang tidak hanya sekedar memikirkan kepentingan akademis, melainkan juga memikirkan arti dari kualitas hidupnya sebagai pribadi yang mampu mengabdi terhadap masyarakat. Menjadi pribadi yang mampu melihat permasalahan di sekitarnya dan menjadi bagian dari penyelesaiannya sehingga seluruh potensi yang dimilikinya dapat dikerahkan dan juga akan menjadi penentu arah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
- Peran Mahasiswa dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia.
Suatu keadaan yang sangat menyedihkan bagi keterpurukan pendidikan di Negara kita, hendaklah mendapat perhatian dari mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa selaku konsumen pendidikan yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Artinya, segala kebijakan pemerintah mengenai system pendidikan nasional hendaklah mengarah pada peningkatan mutu bukan sekedar peningkatan biaya yang selama ini kita rasakan.
Fungsi agent of social change yang melekat pada jati diri mahasiswa saat ini hendaklah bukan sebatas slogan-slogan demonstrasi saja, namun suatu pemikiran yang rekonstruktif dan solutif terhadap permasalahan seputar pendidikan dibangsa ini dapat disumbangkan oleh mahasiswa terhadap pihak terkait, dan melakukan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan. Sehingga suatu komunikasi antar mahasiswa, masyarakat dan pemerintah dapat berjalan dengan baik dengan menghasilkan suatu argument dan saran sebagai solusi bagi kebuntuan permasalahan pendidikan.Sudah menjadi keharusan bagi seorang atau kelompok mahasiswa untuk aktif dalam menyoroti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, mengingat tuntutan status sosial yang strategis bagi mahasiswa dari pada elemen masyarakat lainnya, dan ini bukan berarti mahasiswa bergerak atau aktif dalam melakukan kontrol sosial yang berkembang dengan tanpa ideology dan orientasi perjuangan yang jelas. Kita tidak menutup mata jika sering kali kita melihat mahasiswa yang berduyun-duyun melakukan aksi turun kejalan dalam menyampaikan aspirasi dengan teriakan slogan nan penuh semangat namun beberapa orang diantaranya tidak mengerti akan apa yang sedang dilakukannya bahkan yang lebih menyedihkan mereka hanya sekedar ikut-ikutan. Buktinya, banyak kalangan mahasiswa yang mengaku sebagai aktivis pergerakan, tetapi tidak mengerti tentang konsep perubahan masyarakat, kebangkitan masyarakat, kritik sosial politik yang ideologis, bahkan tidak mengerti permasalahan utama masyarakat yang ada saat ini.
Oleh karenanya mahasiswa dalam memahami peranan dirinya dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan di Indonesia sepatutnya memiliki kerangka acuan dan penafsiran yang jelas atau lebih sering kita dengar kesadaran ideology. Kesadaran ideologi itu sebagai akibat internalisasi ideologi secara menyeluruh. Artinya, mengupayakan setiap potensi yang ada untuk menjalankan dan mempertahankan ideologinya. Setiap tingkah laku dari individu atau kelompok ini sebagai tafsir terhadap ideologi.
Pemerintah hendaklah memberikan space bagi mahasiswa dengan menghargai setiap pendapat yang diutarakan mahasiswa demi kemajuan bangsa ini. Bukan malah menjadikan kegiatan akademik sebagai ancaman bagi mahasiswa yang frontal dan kritis dalam menyoroti kualitas system pendidikan dinegara ini. Seperti halnya melakukan intimidasi, teror sampai DO/skorsing terhadap siswa ataupun guru yang bersikap kritis. Ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan kita semakin berwatak arogan.Mahasiswa sebagai generasi intelektual hanya bisa dihargai eksistensinya dengan kualitas intelektualnya pula, bukan dengan yang lainnya. Kalau mahasiswa sudah tidak lagi bisa mengandalkan kecemerlangan intelektualnya kemampuan apa lagi yang bisa dipertaruhkan mahasiswa bagi negara ini. Oleh karena itu mahasiswa memiliki kontribusi yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan bangsa yaitu melalui :
- Pengembangan potensi diri sebagai kesadaran akan hakikat pendidikan yang mendasar.
- Melakukan kontrol kebijakan pemerintah terhadap penentuan arah dan karakteristik pendidikan bangsa.
- Berupaya untuk senantiasa memenuhi kebutuhan akan perbaikan dari sebuah sistem pendidikan nasional di Indonesia.
Kedudukan Mahasiswa di Masyarakat.
Masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang dianggap paling optimal secara perasaan, jasmani, maupun akalnya. Jadi wajar saja jika pemuda ataupun Mahasiswa di Indonesia menjadi pemilik potensi terbesar jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Biasanya mahasiswa dan pemuda memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Di dalam pembangunan negara ini, Mahasiswa juga menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan negara. Baik atau buruknya pembangunan negeri kedepannya semua bergantung pada peranan Mahasiswa yang dianggap sebagai agen perubahan sosial (Agent of Social Change). Mahasiswa dianggap menjadi insan yang memiliki intelektual tinggi sehingga kepekaan dan kemampuan dalam menalar dapat menjadi kontribusi nyata terhadap pembangunan negeri. Sudah menjadi resiko tuntutan dari seorang Mahasiswa untuk mampu menggunakan potensinya dengan optimal sebagai suatu kebutuhan pribadi maupun kebutuhan masyarakat. Mahasiswa memiliki fungsi kontrol sosial bagi pembangunan yang diharapkan adalah mutlak demi kemajuan pembangunan.
Mahasiswa yang sudah mapan dan matang dalam berpikir adalah mahasiswa yang tidak hanya sekedar memikirkan kepentingan akademis, melainkan juga memikirkan arti dari kualitas hidupnya sebagai pribadi yang mampu mengabdi terhadap masyarakat. Menjadi pribadi yang mampu melihat permasalahan di sekitarnya dan menjadi bagian dari penyelesaiannya sehingga seluruh potensi yang dimilikinya dapat dikerahkan dan juga akan menjadi penentu arah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Suatu keadaan yang sangat menyedihkan bagi keterpurukan pendidikan di Negara kita, hendaklah mendapat perhatian dari mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa selaku konsumen pendidikan yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Artinya, segala kebijakan pemerintah mengenai system pendidikan nasional hendaklah mengarah pada peningkatan mutu bukan sekedar peningkatan biaya yang selama ini kita rasakan.
Fungsi agent of social change yang melekat pada jati diri mahasiswa saat ini hendaklah bukan sebatas slogan-slogan demonstrasi saja, namun suatu pemikiran yang rekonstruktif dan solutif terhadap permasalahan seputar pendidikan dibangsa ini dapat disumbangkan oleh mahasiswa terhadap pihak terkait, dan melakukan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan. Sehingga suatu komunikasi antar mahasiswa, masyarakat dan pemerintah dapat berjalan dengan baik dengan menghasilkan suatu argument dan saran sebagai solusi bagi kebuntuan permasalahan pendidikan.Sudah menjadi keharusan bagi seorang atau kelompok mahasiswa untuk aktif dalam menyoroti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, mengingat tuntutan status sosial yang strategis bagi mahasiswa dari pada elemen masyarakat lainnya, dan ini bukan berarti mahasiswa bergerak atau aktif dalam melakukan kontrol sosial yang berkembang dengan tanpa ideology dan orientasi perjuangan yang jelas. Kita tidak menutup mata jika sering kali kita melihat mahasiswa yang berduyun-duyun melakukan aksi turun kejalan dalam menyampaikan aspirasi dengan teriakan slogan nan penuh semangat namun beberapa orang diantaranya tidak mengerti akan apa yang sedang dilakukannya bahkan yang lebih menyedihkan mereka hanya sekedar ikut-ikutan. Buktinya, banyak kalangan mahasiswa yang mengaku sebagai aktivis pergerakan, tetapi tidak mengerti tentang konsep perubahan masyarakat, kebangkitan masyarakat, kritik sosial politik yang ideologis, bahkan tidak mengerti permasalahan utama masyarakat yang ada saat ini.
Oleh karenanya mahasiswa dalam memahami peranan dirinya dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan di Indonesia sepatutnya memiliki kerangka acuan dan penafsiran yang jelas atau lebih sering kita dengar kesadaran ideology. Kesadaran ideologi itu sebagai akibat internalisasi ideologi secara menyeluruh. Artinya, mengupayakan setiap potensi yang ada untuk menjalankan dan mempertahankan ideologinya. Setiap tingkah laku dari individu atau kelompok ini sebagai tafsir terhadap ideologi.
Pemerintah hendaklah memberikan space bagi mahasiswa dengan menghargai setiap pendapat yang diutarakan mahasiswa demi kemajuan bangsa ini. Bukan malah menjadikan kegiatan akademik sebagai ancaman bagi mahasiswa yang frontal dan kritis dalam menyoroti kualitas system pendidikan dinegara ini. Seperti halnya melakukan intimidasi, teror sampai DO/skorsing terhadap siswa ataupun guru yang bersikap kritis. Ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan kita semakin berwatak arogan.Mahasiswa sebagai generasi intelektual hanya bisa dihargai eksistensinya dengan kualitas intelektualnya pula, bukan dengan yang lainnya. Kalau mahasiswa sudah tidak lagi bisa mengandalkan kecemerlangan intelektualnya kemampuan apa lagi yang bisa dipertaruhkan mahasiswa bagi negara ini. Oleh karena itu mahasiswa memiliki kontribusi yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan bangsa yaitu melalui :
- Pengembangan potensi diri sebagai kesadaran akan hakikat pendidikan yang mendasar.
- Melakukan kontrol kebijakan pemerintah terhadap penentuan arah dan karakteristik pendidikan bangsa.
- Berupaya untuk senantiasa memenuhi kebutuhan akan perbaikan dari sebuah sistem pendidikan nasional di Indonesia.
PERANCANGAN BASIS DATA
17.23.00
Nama : Kevin Albert Setiawan
NIM : D1041161012
Pada tulisan saya kali ini, saya akan membahas tentang Perancangan Basis Data.
Saya akan membahas beberapa poin penting di bawah ini :
- Fase - Fase Perancangan Basis Data
- Analisis dan Pengumpulan Data
- Aktivitas - Aktivitas Pengumpulan Data dan Analisa
- Perancangan Basis Data Secara Konseptual
- Pemilihan DBMS
- Data Model Mapping (Perancangan Basis Data Secara Logika)
- Perancangan Basis Data Secara Fisik
- Implementasi Sistem Basis Data
- SDLC (System Development Life Cycle) Basis Data
Fase - Fase Perancangan Basis Data
Secara khusus, dalam fase-fase perancangan basis data ini ada 2 aktivitas yang berjalan secara bersamaan atau paralel, yaitu:
- Aktivitas-aktivitas yang melibatkan perancangan isi maupun struktur dari data dan basis data.
- Aktivitas mengenai perancangan pemrosesan basis data dan aplikasi-aplikasi software.
Langkah-langkah atau fase dibawah tidak selalu dijalankan secara berurut, kadang kala dapat dilakukan fase lain terlebih dahulu sebelum fase yang lainnya menyusul. Berikut adalah fase-fase perancangan basis data:
- Analisis dan Pengumpulan Data (Requirements Collection and Analysis)
Merupakan fase dimana terjadinya proses indentifikasi dan analisa berbagai kebutuhan data. Proses ini bisa disebut dengan pengumpulan data dan analisa dimana ada beberapa aktivitas yang dilakukan dalam pengumpulan data dari para pemakai dan aplikasi.
- Menentukan Kelompok Pemakai dan Bidang-Bidang Aplikasinya.
- Melakukan penentuan aplikasi utama dan kategori siapa saja pengguna yang akan menggunakan basis data. Pengguna utama dari setiap kategori pengguna dan bidang aplikasi yang telah ditentukan merupakan peserta utama pada fase-fase berikutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.
- Peninjauan Dokumentasi Yang Ada.
- Menyangkut segala jenis dokumen yang ada yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi harus dipelajari dan dianalisa. Sedangkan dokumen lainnya seperti kebijakan-kebijakan, laporang, form, dan bagan organisasi harus ditinjau kembali dan diuji apakah semua itu berpengaruh terhadap proses spesifikasi dan kumpulan data yang ada.
- Analisa Lingkungan Operasi dan Pemrosesan Data
- Semua informasi, baik yang sudah ada sekarang maupun informasi yang akan datang harus diperinci dan dipelajari. Jenis transaksi yang ada serta frekuensi transaksinya, termasuk arus informasi yang ada di dalam sistem juga harus dianalisa. Informasi yang ada di dalam sistem tersebut adalah berupa input dan output data.
- Daftar Pertanyaan dan Wawancara
- Pertanyaan harus selalu disiapkan selalu melakukan wawancara. Kemudian jawaban dari pertanyaan tersebut yang berasal dari para pemakai basis data yang berpotensi dikumpulkan. Pengguna utama dari setiap kategori yang ada dapat diwawancarai sehingga banyak mendapatkan input dari mereka dan memperhatikan informasi yang berharga tersebut dan juga mengadakan prioritas.
- Perancangan Basis Data Secara Konseptual (Conceptual Design)
Merupakan fase yang bertujuan untuk menghasilkan skema konseptual untuk basis data yang tergantung pada DBMS yang spesifik. Yang sering digunakan adalah hight-level data seperti model ERD (Entity Relationship Diagram) selama fase ini. Dalam skema konseptual ini, aplikasi-aplikasi basis data yang diketahui harus dirincikan bersama dengan transaksi-transaksi yang mungkin.
Fase dalam perancangan basis data secara konseptual ini memiliki 2 aktivitas paralel, yaitu:
- Perancangan Skema Konseptual.
- Tahap ini berfungsi guna menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu basis data yang merupakan hasil dari fase "Analisis dan Pengumpulan Data" dan menghasilkan sebuah skema konseptual basis data pada DBMS High-Level Independent Model seperti model ERD (Entity Relationship Diagram). Skema ini daat dihasilkan atas penggabungan berbagai macam kebutuhan pengguna dan secara langsung membuat skema basis data atau dengan merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan semua pengguna dan kemudian menggabungkan skema-skema tersebut. Model data yang digunakan pada perancangan skema konseptual ini adalah Independent DBMS dan tahap selanjutnya adalah pemilihan DBMS untuk melaksanakan rancangan tersebut.
- Perancangan Transaksi
- Tahap ini berfungsi guna menguji aplikasi-aplikasi basis data yang kebutuhannya telah dianalisa pada fase "Analisis dan Pengumpulan Data" dan menghasilkan perincian untuk transaksi yang ada. Pada tahap ini dilakukan pembuatan flowchart dan kegunaan tahap ini yang diproses secara paralel bersama dengan fase perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dalam transaksi-transaksi basis data yang diketahui pada Independent DBMS.Transaksi yang ada ini nantinya akan digunakan untuk memanipulasi dan memproses basis data suatu saat dimana basis data tersebut akan dilaksanakan.
- Pemilihan DBMS (Choice of DBMS)
Ada beberapa faktor yang ditinjau dalam menentukan basis data, yaitu:
- Faktor Teknik
- Bagaimana keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (hierarki, jaringan, dan relasional), jalur akses pendukung DBMS, struktur penyimpanan, pengguna, dan lainnya.
- Faktor Ekonomi dan Organisasi
- Struktur data, jika ada data yang tersimpan dalam basis data berdasarkan struktur hierarki, maka suatu jenis hierarki dari DBMS harus dipikirkan.
- Pengguna yang telah terbiasa dengan sistem, jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan DBMS, maka dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
- Tersedianya layanan purna jual yang keberadaan dari fasilitas pelayanannya sangat dibutuhkan dalam rangka membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
Ada beberapa faktor yang ditinjau dalam menentukan basis data, yaitu:
- Faktor Teknik
- Bagaimana keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (hierarki, jaringan, dan relasional), jalur akses pendukung DBMS, struktur penyimpanan, pengguna, dan lainnya.
- Faktor Ekonomi dan Organisasi
- Struktur data, jika ada data yang tersimpan dalam basis data berdasarkan struktur hierarki, maka suatu jenis hierarki dari DBMS harus dipikirkan.
- Pengguna yang telah terbiasa dengan sistem, jika staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan DBMS, maka dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
- Tersedianya layanan purna jual yang keberadaan dari fasilitas pelayanannya sangat dibutuhkan dalam rangka membantu memecahkan beberapa masalah sistem.
- Logical Design (Data Model Mapping)
Fase selanjutnya dari perancangan basis data, yakni adalah pembuatan sebuah skema konseptual dan skema eksternal dari DBMS yang sudah dipilih pada fase sebelumnya. Pada fase ini, skema konseptual yang sudah dibuat kemudian ditransformasikan dari High-Level Data Model yang digunakan pada fase sebelumnya ke dalam model data dari DBMS yang baru saja dipilih.
Pemetaan dapat diproses dalam 2 tingkat, yaitu:
- Pemetaan system-independent.
- Merupakan proses pemetaan ke dalam model data DBMS yang tidak mempertimbangkan karakteristik atau berbagai hal khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
- Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik.
- Merupakan proses pengaturan skema yang dihasilkan sebelumnya untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan di DBMS yang telah dipilih.
Fase ini menghasilkan perintah-perintah DDL (Data Definition Language) dalam bahasa DBMS yang telah dipilih yang menentukan tingkat skema konseptual dan eksternal dari sistem basis data. Tetapi dalam beberapa kasus, perintah DDL memasukkan parameter-parameter rancangan fisik sehingga DDL yang lengkap harus menunggu kelengkapan dari fase perancangan basis data secara fisik. Fase ini akan dimulai setelah pemilihan sebuah implementasi model data sambil menunggu DBMS yang spesifik dipilih.
- Perancangan Basis Data Secara Fisik (Physical Design)
Merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur akses pada setiap file basis data demi mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini dirancanglah spesifikasi-spesifikasi untuk basis data yang disimpan. Spesifikasi tersebut berhubungan dengan struktur penyimpanan fisik, jalur akses, dan penempatan record. Berhubungan dengan skema internal (pada istilah 3 level arsitektur DBMS)
Berikut adalah beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik:
- Response Time
- Merupakan waktu untuk mengakses basis data, terutama untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response Time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan atau antrian dari sistem operasi atau penundaan komunikasi.
- Space Utility
- Merupakan jumlah dari ruang penyimpanan yang digunakan oleh berbagai jenis file basis data dan struktur jalur akses.
- Transaction Throughput
- Merupakan rata-rata jumlah transaksi yang bisa di proses setiap menitnya oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi seperti yang digunakan pada booking atau pemesanan tempat di pesawat, bank, dan lainnya. Tahap ini menghasilkan penentuan awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file di dalam basis data.
- Implementasi Sistem Basis Data (Implementation)
Merupakan fase akhir setelah perancangan tahap perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, disini dapat dilaksanakan sistem basis data. Perintah-perintah dalam DDL dan DML (Data Manipulation Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema basis data dan file file basis data yang kosong. Kemudian basis data tersebut dimuat dan disatukan dengan datanya. Jika data harus diubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang ada mungkin secara rutin akan diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke basis data yang baru. Segala transaksi basis data sudah harus dilaksanakan oleh para programmer aplikasi. Spesifikasi secara konseptual kemudian diuji dan dihubungkan dengan kode program dengan perintah-perintah dari DML tertanam (embedded) yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat, transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam basis data, maka fase awal perancangan hingga implementasi telah selesai dilaksanakan. Kemudian akan diteruskan dengan fase operasional dari sistem basis data.
SDLC (System Development Life Cycle) Basis Data
Sebuah sistem informasi tidak terpisahkan dari basis data dan untuk membangun sistem tersebut memerlukan langkah-langkah yang jelas. Hal yang penting adalah mengetahui bahwa hidup aplikasi sistem informasi tidak selalu berurutan, melainkan melibatkan beberapa langkah pengulangan yang biasanya disebut sebagai feedback loop. Contohnya adalah masalah yang ditemui selama perancangan sistem informasi harus mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan tambahan. Berikut ini adalah diagram yang menunjukkan langkah-langkah membangun sebuah sistem informasi berbasis komputer, biasanya disebut sebagai Siklus Hidup Sistem Informasi (System Development Life Cycle / SDLC) :
Berikut adalah penjelasan dari perancangan sistem informasi sebagai siklus hidup sistem informasi :
- Database
- Tahap ini dilakukan untuk menentukan model data dari basis data yang ingin dikembangkan.
- System Definition
- Tahap ini menentukan ruang lingkup aplikasi sistem informasi berupa para pemakai, awal dan berakhirnya sistem.
- Requirements Collection and Analysis
- Tahap ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan analisa dari hasil data yang telah terkumpul dan untuk mengetahui penjelasan yang lebih lengkap mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam tahap perancangan basis data.
- Database Design and Apllication Design
- Tahap ini merupakan tahap perancangan basis data dan perancangan aplikasi dari sistem informasi. Tahap ini meliputi tahap perancangan basis data secara konseptual, logical, dan fisik.
- Implementation
- Tahap ini berisi pemrosesan dari penulisan definisi basis data secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang osong, serta implementasi aplikasi yang telah dirancang ke dalam kode program perangkat lunak yang telah digabung dengan sistem basis data yang dibuat.
- Data Loading and Conversion
- Tahap ini melakukan pemasukkan data ke dalam sistem dan selanjutnya melakukan konversi-konversi dari sistem yang lama ke sistem yang baru.
- Testing
- Tahap ini pengujian sistem dalam hal input/output dan proses untuk menghasilkan suatu pengujian yang menyeluruh sehingga dapat diketahui apabila ada kesalahan sistem, operasi, maupun kesalahan dalam proses.
- Operational and Maintenance
- Tahap ini berjalan beriringan dengan tahap pengoperasian , sistem yang secara konstan memonitor dan memelihara basis data. Penambahan dan pengembangan data dan aplikasi perangkat lunak dapat terjadi. Modifikasi dan pengaturan kembali basis data juga mungkin dilakukan dari waktu ke waktu.
Berikut adalah penjelasan dari perancangan sistem informasi sebagai siklus hidup sistem informasi :
- Database
- Tahap ini dilakukan untuk menentukan model data dari basis data yang ingin dikembangkan.
- System Definition
- Tahap ini menentukan ruang lingkup aplikasi sistem informasi berupa para pemakai, awal dan berakhirnya sistem.
- Requirements Collection and Analysis
- Tahap ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan analisa dari hasil data yang telah terkumpul dan untuk mengetahui penjelasan yang lebih lengkap mengenai apa saja yang harus dilakukan dalam tahap perancangan basis data.
- Database Design and Apllication Design
- Tahap ini merupakan tahap perancangan basis data dan perancangan aplikasi dari sistem informasi. Tahap ini meliputi tahap perancangan basis data secara konseptual, logical, dan fisik.
- Implementation
- Tahap ini berisi pemrosesan dari penulisan definisi basis data secara konseptual, eksternal, dan internal, pembuatan file-file basis data yang osong, serta implementasi aplikasi yang telah dirancang ke dalam kode program perangkat lunak yang telah digabung dengan sistem basis data yang dibuat.
- Data Loading and Conversion
- Tahap ini melakukan pemasukkan data ke dalam sistem dan selanjutnya melakukan konversi-konversi dari sistem yang lama ke sistem yang baru.
- Testing
- Tahap ini pengujian sistem dalam hal input/output dan proses untuk menghasilkan suatu pengujian yang menyeluruh sehingga dapat diketahui apabila ada kesalahan sistem, operasi, maupun kesalahan dalam proses.
- Operational and Maintenance
- Tahap ini berjalan beriringan dengan tahap pengoperasian , sistem yang secara konstan memonitor dan memelihara basis data. Penambahan dan pengembangan data dan aplikasi perangkat lunak dapat terjadi. Modifikasi dan pengaturan kembali basis data juga mungkin dilakukan dari waktu ke waktu.
Sekian dan terima kasih.
Tunggu postingan selanjutnya.....



